Antara Teh Putih dengan Teh Hitam dan Teh Hijau

Apakah Teh Putih itu?

Bagaimana jika dibandingkan dengan Teh Hijau & Teh Hitam

Teh putih Teh Putih adalah jenis produk teh yang berwarna putih dengan rasa teh yang lembut. Jenis produk ini ini dikenal sebagai produk yang mengandung antioksidan tinggi dan  kandungan kafeinnya rendah.  Banyak orang beralih dari teh hitam atau teh hijau ke  teh putih karena alasan kesehatan atau rasa. Jika orang sudah terbiasa minum teh hijau atau teh hitam, lalu mencicipi teh putih, maka akan menemukan bahwa teh putih bisa sangat berbeda dalam, rasanya persiapan penampilan, dan harga.  Teh yang paling hijau dan hitam diolah dari pucuk teh yang sudahmatang, sedangkan teh putih seluruhnya terbuat atau sebagian besar dari ‘tunas’/peko (atau pucuk belum matang, daun belum dibuka) dari tanaman teh.Kuncup-kuncup itu akan terlihat putih dan berbulu halus.

Penampilan bulu ini sering disebut sebagai mencari ‘bulai’ karena menyerupai penampilan bulu halus berwarna putih pucat.  ‘Rambut/ bulu’ pada tunas teh adalah kelengkapan alami tanaman teh putih digunakan oleh tanaman untuk melindungi tunas baru teh dari serangga. Teh hijau biasanya lebih jernih dan memiliki rasa nabati yang pahit atau agak sepat, sedangkan teh hitam biasanya  berwarna lebih gelap dan memiliki rasa teh yang tebal/mantap. Teh putih sangat berbeda dari kedua jenis teh – memiliki rasa teh yang lebih lembut dan segar.

Teh putih disajikan dalam bentuk asli, tetapi ada juga yang dicampur atau dibumbui dengan buah, bunga dan rempah-rempah (seperti mint).   Mempersiapkan teh putih memang lebih mudah dari membuat teh hijau juga, tapi sedikit lebih susah dari seduhan secangkir teh hitam. Untuk membuat teh putih, gunakan air yang berada di bawah 90 derajat Celcius dan biarkan selama tiga sampai lima menit. Teh putih cukup luwes, ada tang merendam sampai sekitar tujuh menit.  Suhu air harus di bawah suhu didihnya, karena tidak sesulit larutnya seperti teh hijau, agar teh putih tidak akan hancur jika suhu air adalah beberapa derajat lebih rendah dari suhu didih air.

Ketika membeli teh putih, juga harus memperhatikan bahwa teh putih cenderung jauh lebih mahal dari teh hitam dan beberapa teh hijau. Hal ini karena teh putih harus dipanen dengan petikan tangan, daun pucuk kecil / peko muda dari tanaman teh. Proses ini sangat memakan waktu dan tenaga yang mahal, sehingga teh putih menjadi lebih mahal. (Juga, adalah jarang, yang menciptakan kelangkaan lebih dan drive sampai harga.)

Sejarah dan Asal Teh Putih Teh ini

Teh putih berasal dari Fujian, Cina, pada sekitar tahun 1700-an. Sejak teh putih dibuat di Fujian, sejak itu pula teh putih tersebar dan banyak dikonsumsi di Cina.  Sekitar tahun 2000, dilakukan sebuah studi mengenai varietas teh putih yang ada.  Ada dua varietas teh putih, dan terbukti bahwa jenis ini termasuk teh rendah kafein dan kaya antioksidan. Hasil penelitian ini dipublikasikan sehingga teh putih menjadi lebih popularitas secara internasional, dan mendorong produsen teh di India, Sri Lanka dan negara lain untuk mulai membuat teh putih berdasarkan pengolahan teh putih yang telah dilakukan sebelumnya. Namun, teh putih dibuat dari tanaman teh dari varietas yang berbeda, sehingga kadang-kadang tidak selalu memiliki sifat sebagai teh berantioksidan tinggi dan rendah kafein seperti teh putih yang berasala dari Fujian.

Pengolahan Teh Putih.

Teh putih terbuat dari ‘tunas’/peko dan kadang-kadang dicampur dengan daun teh teh muda. Teh putih sering digambarkan sebagaijenis teh yang mengalami pengolahan dan proses oksidasi yang  minimal. Disebut proses minimal karena tahapannya pada dasarnya hanya berupa : dipetik dan kemudian dilayukan dengan tingkat kehangatan (suhu) yang rendah untuk mengurangi sedikit kadar airnya dan dikeringkan dengan sinar matahari atau udara panas, sehingga, sedikit teroksidasi selama proses ini.  Perlu juga diperhatikan bahwa dengan cara pengolahan minimal tersebut, maka proses pengolahan menjadi tidak mudah. Produsen teh putih perlu memiliki banyak keterampilan untuk membuat teh putih dalam jumlah yang besar, dan mereka harus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tidak terduga untuk apat memanen dan memproses teh dengan baik pada saat optimal.

Kafein Konten Teh Putih

Teh putih pada umumnya dianggap sangat rendah di kafein. Hal ini sebenarnya berlaku hanya untuk teh putih dari Fujian, Cina, karena teh putih dari daerah ini dibuat dari tanaman teh yang secara alami rendah kafein.. Namun, teh putih dari tempat lain belum tentu rendah kafein. Bahkan, salah satu hasil studi tentang kafein teh menunjukkan bahwa teh India bahkan bisa lebih tinggi dalam kafein dari teh hitam Ceylon.  Teh putih dari Fujian mungkin berisi sedikitnya enam sampai 25 mg kafein per cangkir, sedangkan teh putih lainnya mungkin kandungan kafeinnya lebih dekat dengan 60 mg per cangkir.

Demikian pula, klaim bahwa teh putih sangat tinggi antioksidan sebenarnya hanya merujuk kepada studi tentang teh putih dari Fujian, dan mungkin saja tidak berlaku untuk jenis-jenis teh putih yang berasal dari lain tempat.  Beberapa orang menyebut teh putih sebagai ‘decaffeinated’ atau ‘bebas kafein, “tetapi ini tidak benar. Teh putih alami mengandung kafein, karena beberapa orang sering salah menyebut dengan istilah teh ‘berkafein.’ (Berkafein sebenarnya berarti bahwa teh ditambahkan kafein, padahal tidak ditambahkan ke dalam teh putih. Kafein dalam teh putih itu terjadi secara alami.

Jenis Teh Putih

Ada banyak jenis teh putih di pasar. Ini termasuk teh putih merek Silver Needle (teh tunas-hanya putih), Bai Mu Dan / White Peony (teh putih terbuat dari daun dan tunas), Teh Darjeeling Putih (teh putih dari India), Teh Putih Ceylon (dari Sri Lanka) dan teh putih yang dicampur .

Sumber : http://coffeetea.about.com/od/typesoftea/a/What-Is-White-Tea.htm